Renungkanlah Cinta yang diberikan Allah untuk kita. Niscaya kita tak kan kuasa menghitung berapa banyak cintaNYA yg diberikan pada kita. Dikala hati sedang gundah gulana. Maka Ingatlah Allah! krn dg mengingat Allah, hati kita akan menjadi tenteram (QS. ArRa'du:28) Jangan risaukan apa yang tidak kita miliki, risaukan hati saat tak bersungguh-sungguh mensyukuri setiap pemberian Nya. Bersyukurlah atas keterbatasan yg km miliki krn hal itu memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri -komunitas cinta ilmu- Semakin kita terlalu berharap selain kepada Allah, maka bersiap-siaplah kita untuk semakin kecewa. Sesungguhnya Orang yang mengajari kamu sepatah ilmu yang dibutuhkan dlm urusan agama adalah menjadi bapakmu dalam beragama. Jangan kau temani pemalas,hindarilah semua tingkahnya,banyak orang saleh menjadi rusak krn imbas dari orang lain. Dalam menuntut ilmu hendaklah diniatkan untuk mensyukuri atas kenikmatan akal dan kesehatan badan,bukan untuk mencari popularitas dan harta. Ilmu Fiqih adalah benteng penyelamat dari segala bencana. Seorang Faqih wira'i,sungguh lebih berat setan menggodanya dibanding abid seribu Belajarlah! Karena ilmu akan menghiasi ahlinya,dia keunggulan dan pertanda semua pujian. Berenanglah ke tengah samudera pengetahuan Seorang Muslim wajib mempelajari ilmu yang diperlukan untuk menghadapi kondisi dirinya,apapun ujud kondisi itu (Az Zarnuji) Harta adalah pelayan kita,bukan majikan kita,maka dr itu jangan jadikan harta seperti majikan (Imam Ghozali) Man Katsuro ihsanuhu, Katsuro ikhwanuhu. Barangsiapa memperbanyak kebaikan,berarti dia juga memperbanyak teman. Nikmat itu kadang-kadang tidak disadari, hanya apabila ia telah hilang barulah manusia benar-benar terasa. Keikhlasan mempunyai kilauan dan sinar, meskipun ribuan mata tidak melihatnya. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah. Hiduplah seperti lilin menerangi orang lain, janganlah hidup seperti duri mencucuk diri dan menyakiti orang lain. Sebaik-baik manusia ialah yang diharapkan kebaikannya dan terlindung dari kejahatannya.. Berbaik sangka itu lebih baik. Ikhlaskan hati, Ceriakan wajah serta tersenyumlah, dan lihatlah hasilnya. Membersihkan telinga bagian dalam dg cutton Bud akan beresiko kotoran yang ada di dalam telinga akan masuk lebih dalam lagi bagian telinga. Jangan bersedih...! Hiburlah dirimu dengan apa-apa yang djanjikan Allah di surga-Nya kelak.Hidup punya banyak pilihan dengan hal-hal baik dan buruknya masing-masing. Tentukan pilihanmu, lakukan yang terbaik. Dalam hidup, jangan pernah biarkan pendapat seseorang tentangmu mengubah dirimu menjadi seseorang yang kamu tahu bukan dirimu. Mencintai seseorang bukan hanya dengan mengucapkannya setiap hari, tapi juga dengan menunjukkannya dalam segala hal sepenuh hati. Kadang, meski marah atas apa yang telah dilakukan dia yang kamu cinta, kamu tetap tak mampu berhenti mencintainya. Sahabat sejati dapat menunjukkanmu bahwa hidup tak seburuk yang kamu pikirkan dan masalahmu tak sebesar yang kamu takutkan. Hati-hatilah dengan hati. Jangan berikan pada seseorang yang tak bisa menghargai, karena ketika diberi, dia takkan sepenuhnya kembali. Sahabat yang baik tidak akan meminta sahabatnya menjadi orang lain. Tetapi sahabat yang baik akan menerima sahabatnya apa adanya. Kadang ketika lelah terus terluka, kamu memilih tuk menjauh dari segalanya, hanya karena kamu ingin melihat siapa yang akan menghampirimu. Jangan menolak perubahan hanya karena takut kehilangan yang telah dimilki,karena dengannya kita merendahkan nilai yang bisa kita capai melalui perubahan itu. Jika kita menetapkan ingin hidup ini seperti apa, lalu kerja keras untuk mencapai tujuan, kita tidak akan pernah kalah ,bahkan akan menang. Jangan mengingat kebaikan yang pernah kamu lakukan, tapi ingatlah kebaikan yang orang lain lakukan kepadamu. Ketika kamu merasa sendiri dan tak ada yang peduli, ingatlah bahwa ada seseorang di luar sana yang begitu ingin memiliki hidup yang kamu jalani. Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu. Kebencian hanya merugikan diri sendiri, tersenyumlah ketika disakiti. Hati tanpa benci membentuk jiwa yang tegar dan damai. Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti. Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya. Jadilah diri anda sendiri. Siapa lagi yang bisa melakukannya lebih baik ketimbang diri anda sendiri? Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. Sesuatu yang sangat sulit tuk melupakan seseorang yang telah memberimu begitu banyak hal tuk diingat. Kau tak kan bisa kehilangan apa yang tak pernah kau miliki. Kau tak kan bisa memaksa bertahan pada seseorang jika dia ingin pergi. Dalam cinta, jangan buang air matamu menangisi seseorang yang bahkan tak pantas tuk melihatmu tersenyum. Ketika seseorang cukup kuat tuk buatmu terjatuh, kamu harus tunjukkan padanya bahwa kamu juga cukup kuat tuk bangkit berdiri. Pertolongan Tuhan mungkin tidak datang terlalu cepat, tidak juga terlambat. Pertolongan Tuhan selalu datang di saat yang tepat Jangan kamu lupa jangan kamu lengah atas berkat rahmat Allah maha kuasa. Seseorang yang menemanimu dalam kesusahan jauh lebih berharga daripada seratus orang yang menemanimu dalam kesenangan. Hidup itu seperti drama, dan kamu bisa memilih untuk menjadi penontonnya atau pemainnya. Jangan bersedih ketika melakukan salah. Karena kesalahan kita banyak belajar, karena kesalahan kita menjadi pintar. Cintai apapun yang akan kamu lakukan hari ini, kerena tidak ada yang menarik jika kamu tidak tertarik. Kita semua pasti pernah salah, namun ada perbedaan besar antara salah yang buatmu dewasa dan salah yang sengaja dilakukan. Jangan tangisi kesalahan, tapi tersenyumlah karena setiap kesalahan mengajarkanmu agar berupaya lebih baik lagi. Kegagalan adalah cara Tuhan mengajarkan kamu tentang pantang menyerah, kesabaran, kerja keras dan percaya diri. Bahagia bukan berarti segalanya sempurna. Bahagia adalah ketika kamu memutuskan tuk melihat segala sesuatu secara sempurna. Jangan pernah mengeluh atas kekuranganmu, karena kekurangan mengingatkanmu untuk terus mencari kekuatan yang ada dalam dirimu. Sahabat adalah seseorang yang selalu ada disampingmu, yang sabar mendengarkan keluh kesahmu, dan bersedia menemanimu menjalani hidup.

Senin, 04 Mei 2015

RABI'ATUL ADAWIYAH

Rabi'atul Adawiyah merupakan salah seorang srikandi
agung dalam Islam. Beliau terkenal dengan sifat wara'
dan sentiasa menjadi rujukan golongan cerdik pandai
kerana beliau tidak pernah kehabisan hujjah.

Rabiatul Adawiyah merupakan seorang wanita yang diangkat tarafnya menjadi wali. Punyai suara yang merdu dan wajah yang ayu, namun cinta hatinya tidak mampu dimiliki lelaki. Rabiatul Adawiyah kekal sendiri kerana cinta hati hanya untukNya.

Rabiatul Adawiyah anak bongsu daripada empat orang adik-beradik.
Beliau dinamakan Rabiah yang bermaksud nombor empat. Walaupun mendapat pelbagai reaksi daripada pelbagai pihak, ayahnya tetap dengan keputusannya.
Kisahnya bermula sebelum kelahirannya lagi. Ayahnya Rabiatul adalah seorang yang baik akhlak dan elok ilmu agamanya.
Semasa dia masih kecil kedua-dua ibu bapanya meninggal dan tinggallah dia dengan kakak-kakaknya. Kemudiannya ujian Tuhan datang lagi, dia diculik dan menjadi hamba pada satu keluarga kaya. Daripada situlah perjalanan spiritual Rabiatul berkembang sehinggalah beliau diiktiraf sebagai wali.

Kisah bermula pada zaman dahulu di mana kejahilan menyelebungi masyarakat arab kebanyakan sekolah agama telah ditutup. Ayah Rabiatul Adawiyah adalah guru agama tapi terpaksa menjadi pendayung sampan. Untuk menarik minat orang menaiki sampannya dia akan mendendangkan lagu yang merdu ketika mendayung sampan. Rabiatul Adawiyah sentiasa disamping ayahnya hinggalah dia dewasa, apabila ayahnya meninggal dunia. Dia menggantikan tempat ayah sebagai pendayung sampan dan mendendangkan lagu yang merdu. Mendengarkan suaranya yang merdu itu menarik hati seorang lelaki untuk membawanya untuk dipersembahkan kepada raja dan dia terpaksa berkhidmat untuk raja. Setiap hari dia menyanyi dan menuang arak kepada raja dan tetamu raja.

Suatu hari timbul kesedaran di hatinya merasa insaf dengan segala perbuatannya kerana kejahilannya itu sedangkan bapanya adalah seorang guru agama. Dari hari itu Rabiatul Adawiyah tidak mahu lagi menyanyi dan menuang arak. Dia sering duduk bersendirian berzikir kepada Allah. Dia juga diseksa oleh raja dengan kerja yang berat. Pernah suatu hari pengawal raja disuruh melepaskan ular dan kala jengking ke dalam bilik Rabiatul Adawiyah kerana raja tidak senang melihat dia sentiasa berzikir. Tetapi akhirnya ular tersebut menerkam pengawal raja. Rabiatul Adawiyah tetap tenang, walaupun dia tidak diberi makan dia tetap mampu menjalankan ibadat kepada Allah. Apabila raja mengintainya di dalam bilik, kelihatan dia sedang munajat memohn doa kepada Allah. di dalam kegelapan biliknya kelihatan cahaya yang menyuluh ke arahnya. Pada suatu malam raja bermimpi seorang tua datang dan mengatakan supaya melepaskan Rabiatul Adawiyah dan jangan lagi menyiksanya kemudia raja melihat Rabiatul Adawiyah berpakaian serba putih naik ke atas langit. Beliau terus ke bilik Rabiatul Adawiyah untuk melihat sama ada Rabiatul Adawiyah masih ada atau sudah pergi. Kelihatan Rabiatul Adawiyah masih berzikir dan berdoa.

Sampai habis tempoh masa Rabiatul berkhidmat dengan raja, akhirnya dia dilepaskan oleh raja. Rabiatul Adawiyah berterima kasih kepada raja dan tidak meminta apa-apa daripada raja walaupun raja memberi peluang kepadanya untuk meminta apa saja sebelum dia pergi. Apabila dia pulang ke kampungnya, rumah telah roboh dan penduduk kampungnya juga ramai yang telah berpindah. Dia meminta orang menyediakan sebuah pondok kecil untuknya. Pada suatu malam, seorang pencuri terpandang pondok Rabiatul Adawiyah lalu dia ingin pergi mencuri di situ. Ketika itu Rabiatul Adawiyah sedang solat. Dia tidak menjumpai apa-apa di dalam rumah Rabiatul Adawiyah melainkan sebiji tempayan. Lalu dia merasa kecewa dan ingin bunuh Rabiatul Adawiyah. Apabila dia mengeluarkan pisan dan ingin menikanm Rabiatul Adawiyah tiba-tiba dia menjadi keras dan pisaunya terjatuh. Rabiatul Adawiyah terkejut. Rabiatul mengatakan pada pencuri itu ambillah apa yang dia inginkan jika dia seorang pencuri tetapi mengapa ingin membunuhnya. Lalu dia menyuruh pencuri itu mengambil wudhuk dan bersolat serta memohon pada Allah apa yang dia inginkan. Lalu pencuri itu bersolat dan meinta pada Allah agar mendapat rezeki yang banyak supaya dia tidak perlu menjadi pencuri lagi.

Pada masa yang sama diluar kelihatan kereta kuda yang membawa banyak harta yang menuju ke arah pondok Rabiatul Adawiyah. Raja menghantar orang untuk memberi Rabiatul Adawiyah harta yang banyak. Apabila orang itu datang menemui Rabiatul Adawiyah kerana ingin menyerahkan harta itu, Rabiatul Adawiyah mengatakan dia tidak pernah meminta harta dari Allah tetapi orang disebelahnya yang memohon kepada Allah jadi berikanlah harta itu kepada orang yang memintanya. Pencuri itu gembira kerana mendapat harta dan dia membuat sebuah mahligai yang indah. Pada suatu hari ada seorang lelaki menemui pencuri itu dan bertanya bagaimana dia mendapat harta yang begitu banyak dalam sekelip mata. Dia pun menceritakan kisahnya kepada lelaki itu. Lelaki itu menjelaskan kepadanya bahawa wanita yang ditenuinya itu adalah wali Allah. Dia berasa terkejut dan menyesal kerana tidak berterima kasih kepada Rabiatul Adawiyah lalu dia ke pondok rabiatul Adawiyah untuk menemuinya. Ketika itu Rabiatul Adawiyah sedang nazak. Akhirnya Rabiatul Adawiyah pergi menemui kekasihnya.

Pada suatu hari, sekumpulan golongan cerdik pandai telah datang ke rumah Rabi'atul Adawiyah. Tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguji beliau dengan pelbagai persoalan. Malah mereka telah bersedia dengan satu persoalan yang menarik. Mereka menaruh keyakinan yang tinggi, kerana selama ini Rabi'atul Adawiyah tidak pernah ketandusan hujah.

"Wahai Rabi'atul Adawiyah, semua bentuk kebajikan yang tinggi-tinggi telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum lelaki, namun tidak kepada kaum wanita."
Ketua rombongan itu memulakan bicara.
"Buktinya?" Balas Rabi'atul Adawiyah.

"Buktinya ialah, mahkota kenabian dan Rasul telah dianugerahkan kepada kaum lelaki.Malah mahkota kebangsawanan juga dikurniakan kepada kaum lelaki.
Paling penting, tidak ada seorang wanita pun yang telah diangkat menjadi Nabi atau Rasul, malah semuanya dari golongan lelaki." Jawab mereka pula dengan yakin.

"Memang betul pendapat tuan-tuan sekalian. Akan tetapi harus diingat bahawa sejahat-jahat pangkat ada pada kaum lelaki juga. Siapa yang mengagung-agungkan diri sendiri? Siapa yang begitu berani mendakwa dirinya sebagai Tuhan? Dan siapa pula yang berkata : "Bukankah aku ni tuhanmu yang mulia?" Dengan tenang, Rabi'atul Adawiyah membalas hujah mereka sambil merujuk kepada Firaun dan Namrud.

Kemudian Rabi'atul Adawiyah menambah lagi, "Anggapan dan ucapan seperti itu tidak pernah keluar dari mulut seorang wanita. Malah semuanya ditimpakan kepada kaum lelaki."

Suatu hari, Rabi'atul Adawiyah terlihat seseorang sedang berjalan-jalan dengan kepalanya berbalut sambil menagih simpati daripada orang ramai. Kerana ingin tahu sebabnya orang itu berbuat demikian, Rabi'atul Adawiyah bertanya, "Wahai hamba Allah! Mengapa engkau membalut kepalamu sebegini rupa?"

"Kepalaku sakit." Jawab orang itu dengan ringkas.

"Sudah berapa lama?" Tanya Rabi'atul Adawiyah lagi.

"Sudah sekian hari." Jawabnya dengan tenang.

Lantas Rabi'atul Adawiyah bertanya lagi,"Berapa usiamu sekarang?"

Orang itu menjawab,"Sudah 30 tahun"

"Bagaimana keadaanmu selama 30 tahun itu?" Tanya beliau lagi.

"Alhamdulillah, sihat-sihat saja." Jawabnya.

"Apakah kamu memasang sebarang tanda di badanmu bahawa kamu sihat selama ini?" Tanya Rabi'atul Adawiyah.

"Tidak." Jawab orang itu ragu-ragu.

"Masya Allah, selama 30 tahun Allah telah menyihatkan tubuh badanmu, tetapi kamu langsung tidak memasang sebarang tanda bagi menunjukkan kamu sihat sebagai
tanda bersyukur kepada Allah. Jika sebaliknya, pasti manusia akan bertanya kepada kamu sebabnya kamu sangat gembira. Apabila mereka mengetahui nikmat Allah kepadamu, diharapkan mereka akan bersyukur dan memuji Allah." Jelas Rabi'atul Adawiyah.

"Akan tetapi, kini apabila kamu mendapat sakit sedikit, kamu balut kepalamu dan kemudian pergi ke sana sini bagi menunjukkan sakitmu dan kekasaran Allah terhadapmu kepada orang ramai, Mengapa kamu berbuat hina seperti itu?" Sambung Rabi'atul Adawiyah lagi.

Orang yang berbalut kepalanya itu hanya diam seribu bahasa dan tertunduk malu denga perlakuannya. Kemudian dia beredar meninggalkan Rabi'atul Adawiyah dengan perasaan kesal dan insaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar